Ilmu layaknya isian risol, beraneka ragam namun satu kenikmatan.

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, March 7, 2014

Latihan Perang China Lewati Selat Sunda, di Balik Protes Singapura?

8:56 AM Posted by Agus Hadi Muhidin , No comments






Aksi provokativ tiga negara tetangga pada Indonesia adalah terstruktur dengan rapi dan satu komando. Tujuan ketiga negara itu dalam satu koridor kerjasama pertahanan yang saling mendukung sesuai piagam Commonwealth atau persemakmuran. Memang ada teori "kebetulan" dalam pandangan awam ketika Australia menggebah pencari suaka ke wilayah Indonesia. Atau munculnya sekoci berwarna oranye di perairan selatan, kemudian Singapura tiba tiba melakukan protes penamaan KRI Usman Harun. Bersahutan kemudian dengan pembakaran kapal nelayan asal Papua di perairan Papua New Guinea (PNG).

Setelah Malaysia gagal melakukan tugasnya dengan baik, tiga negara lain yang sesama bertuan pada Ratu Elisabeth di Buckingham mengambil alih. Yang menjadi pertanyaan dan seolah tidak terpikirkan oleh masyarakat Indonesia adalah,

" Apakah ada skenario kebetulan - kebetulan yang bukan merupakan sebuah kebetulan? "

Pertama, pemberian nama Kapal Perang Indonesia sebagai KRI Usman - Harun sebenarnya tidak seketika, perlu waktu dan sejak awal pembangunan kapal sudah dirumuskan. Lalu diputuskan tepatnya pada 12 Desember 2012 setelah melalui diskusi yang panjang. Singapura sebenarnya sejak awal juga sudah tahu, lalu mengapa mempermasalahkannya saat ini?

Kedua, Australia yang mengalami pergantian tampuk pimpinan, sejak Tony Abbott menjadi Perdana Menteri memang terlihat bertolak belakang dengan Kevin Rudd atau Julia Gillard. Namun Abbott tidak punya pilihan selain memainkan perannya, setidaknya sampai misi terselesaikan. Sampai jelas siapa yang menjadi koleganya di Jakarta.

Ketiga, PNG yang selama ini nyaris tidak pernah tercetak dalam berita di koran koran Indonesia, yang tidak ingin belahan barat Cendrawasih lebih makmur, hanya memainkan peran yang jadi bagian mereka. Kenapa mereka melakukan aksi yang sadis disaat sekarang?

Keempat, Indonesia sedang menjalani proses pergantian kepala negara dan akan menghadapi pemilu parlemen dalam tahun ini. Ini adalah tahun yang krusial dan menentukan bagi Indonesia dan kawasan. Pemimpin Indonesia terpilih adalah yang paling "berkuasa dan menentukan" di Asia Tenggara serta berpengaruh di Asia Pasifik, situasi politik Indonesia akan menjadi hitungan kebijakan politik luar negeri setiap pemerintahan, khususnya kawasan Pasifik. Sekali lagi... ini bukan narsisme, ini adalah kenyataan tentang bagaimana dunia memandang posisi Indonesia sejak jaman Bung Karno.

Sekali dayungdua tiga pulau terlampaui.

Amat disayangkan jika nama Usman - Harun dipandang sebagai masalah ketidaknyamanan Singapura pada Indonesia. Demikian pula dengan pelecehan oleh Australia atas teritorial Indonesia hanya sebatas Aussie versus RI karena imigran gelap semata. Atau aksi barbar PNG pada nelayan kita hanyalah pelanggaran batas laut dalam kebetulan yang bersamaan?. Tidak..!

Ada pola yang tidak terdeteksi umum, sebab kita diarahkan agar melihat masalah dengan setiap negara itu adalah hitam putih, berdiri sendiri dan masing masing. Padahal, kita harusnya bersikap kritis dan jeli dalam memantau perkembangan negara ini dan kaitannya dengan hubungan antarbangsa. Kepentingan blok blok global atas keberadaan Indonesia sering tidak menjadi bagian analisis awal, sehingga kita hampir selalu terlambat bereaksi dan menentukan posisi.

Singapura, Australia dan PNG serta Malaysia bekerja dalam irama yang sama dan terpola dengan baik dalam satu dirigen orkestra. Tujuannya adalah memastikan beberapa hal yang ingin diketahui dan dipastikan sesuai keinginan dengan memanfaatkan momentum poin keempat tadi ( pemilu 2014 ). Apa saja tujuannya?

1. Memancing informasi kekuatan Militer Indonesia sesunggunya.

Data yang dikumpulkan secara berkesimbungan oleh AS, Singapura, Malaysia hingga Australia NewZealand (ANZ) dianggap tidak presisi. Ada perbedaan antara anggaran yang minim, jumlah Alutsista dengan daya tempur TNI yang dipantau. Dukungan dana dan teknologi persenjataan yang minimal berbanding terbalik dengan daya pukul TNI. Militer Indonesia selama ini dianggap masih misterius oleh kekuatan utama dunia.

Seperti juga militer negara lain, memang seperti itulah seharusnya TNI menjaga kerahasiaan kekuatannya. Namun, misteri kekuatan militer Indonesia dianggap lebih penting untuk diukur karena faktor sejarah penggagas Non Blok yang disandangnya.

Australia yang selalu mengarahkan matanya pada militer Indonesia sering merasa tertipu ketika melihat kemampuan para prajurit TNI. Malaysia sendiri harus merasakan malu ketika manuver kapal TLDM di laut Ambalat terusir bukan saja oleh KRI yang lebih kecil, tetapi oleh keberadaan dua prajurit marinir di anjungan kapal mereka. Entah bagaimana keduanya bisa naik dan entah sejak kapan, tetapi keduanya sukses memaksa kapal TLDM berbalik arah meninggalkan Ambalat.

Dengan provokasi ini diharapkan akan muncul banyak informasi tentang jumlah kekuatan tentara indonesia dan persenjataannya secara resmi baik di media media terpercaya maupun dari pihak Indonesia sendiri. Daya gertak TNI tidak sehebat China atau Iran , namun disinilah letak rasa penasaran para tetangga kita.

2. Memancing reaksi sahabat lama.

Singapura sukses jalankan misinya, setidaknya saat ini karena Rusia muncul ke permukaan dalam memandang masalah yang dianggap cukup hangat. Indonesia mungkin tidak berminat berperang dengan Singapura, namun Rusia memandang perlu memberi sinyal bantuan jika sesuatu berjalan tidak kondusif. Kemunculan Rusia ini tidak biasa dan bukan hal gegabah, karena si beruang merah cenderung menjauh selama Orde Baru dan menjaga jarak selama SBY berkuasa. Moskow sengaja menanggapi keusilan Singapura, namun mereka juga memberi pesan jelas akan posisinya yang melihat pola satu komando pada kelakuan PNG dan Australia.

Bukan berarti Rusia terjebak pada permainan Singapura, melainkan permainan selanjutnya, yang lebih panas sedang menjadi sasaran Rusia, yaitu Indonesia tidak akan dibiarkan seperti Mesir atau Suriah. Artinya, pesan jelas Rusia ditujukan bagi "dirigen" kuartet (Malaysia, Singapura, PNG dan Australia), agar tidak mencoba memaksakan pemimpin sesuai pilihan mereka di Indonesia seperti yang sudah mereka lakukan di Mesir atau coba paksakan di Suriah.

3. Pemimpin pesanan sang Dirijen.

Indonesia diharapkan memilih pemimpin yang sesuai selera adidaya, seseorang yang berpihak pada kelangsungan hidup sekutunya di kawasan. Singapura yang kecil tidak akan bisa hidup makmur jika Indonesia tidak memberi keistimewaan, demikian pula Australia apalagi hegemoni Amerika akan jauh surut tanpa Indonesia. Penting juga diketahui posisi tentara indonesia akan berpihak kemana kepada siapa dalam hal sengketa dengan China soal Laut China Selatan.

Semua kepentingan di atas butuh seseorang yang sesuai keinginan dan menguntungkan sang Adidaya, dan itu adalah seseorang yang sebaiknya mirip SBY atau Pak Harto. Meski dari kalangan militer, bahkan keduanya adalah Jenderal, namun mereka adalah anak emas yang tidak segan tunduk pada Amerika. Amerika sangat tidak menyukai pemimpin yang idealis seperti Gusdur atau Megawati apalagi Soekarno yang Non Blok.

Kriteria presiden Indonesia yang diinginkan oleh Washington adalah latar belakang pengusaha atau militer, idealisme liberal, dan bukan nasionalis Sukarnois atau Islamis. Singapura sangat inginkan sosok Prabowo atau Wiranto yang memimpin Indonesia, keduanya adalah sahabat dekat Singapura.

Gangguan gangguan yang bernuansa kekerasan dan militer tiga negara tetangga itu ditujukan untuk memberi gambaran potensi perang Indonesia. Dalam keadaan kondisi geopolitik kawasan yang tegang, diharapkan rakyat Indonesia memilih pemimpin dari kalangan militer. Apa yang dilakukan oleh Singapura, PNG dan Australia adalah provokasi untuk menggiring opini bahwa Indonesia kini dan kedepan masih butuh presiden dari kalangan militer.

4.  Laut China Selatan.

Beberapa hari yang lalu, China melakukan latihan perang di wilayah perairan internasional yang dekat dengan Pulau Christmas setelah melintasi Selat Sunda. Pihak Australia pun mengakui hal tersebut seperti diberitakan Sidney Morning Herald, Kamis (13/2/2014).

13924319521829184441
Sumber: AL China/okezone.com

Apa yang dilakukan China di laut selatan Jawa itu adalah legal menurut hukum Internasional karena latihan berlangsung di perairan internasional. Selain itu latihan mereka hanya bentuk manuver dan membidik tetapi tidak menggunakan amunisi persenjataan. Namun tindakan China ini disinyalir untuk menunjukkan kekuatan angkatan lautnya kepada dunia internasional. Dan itu semua dilakukan di tengah kebijakan pertahanan Australia lebih banyak berfokus kepada Indonesia dan kekuatan lain di Asia Timur.

Hal ini semakin menarik ketika posisi Indonesia yang tidak memihak pada konflik laut sengketa di Laut China Selatan, sementara China selalu mengingatkan dukungannya pada Indonesia terkait Papua. Kampanye kekuatan armada China memang tidak hanya ditujukan kepada Australia tetapi juga kepada wilayah Asia Pasifik secara keseluruhan. Ini juga termasuk memberikan pesan kepada Amerika Serikat (AS) dan India, bahwa kedua negara itu tidak bisa memblokir jalur laut yang vital melalui Selat Malaka.

Langkah China dianggap mendapat ijin restu dari Indonesia sebagai pemilik alur laut [ALKI] menuju perairan Samudera Hindia yang menjadi prioritas strategis baru mereka. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan China dalam mengerahkan militer untuk melindungi kepentingannya di wilayah tenggara bila dibutuhkan. Termasuk membantu kepentingan geopolitik bersama Rusia di Indonesia khususnya.

China sebagai pemain utama baru yang menandingi dominasi Amerika perlu terus meningkatkan kekuatan di Asia dan secara global. Indonesia perlu melihat tindakan China, tanggapan Dubes Rusia dan provokasi tiga negara sebagai bentuk tarik menarik "perhatian" Indonesia sebagai negara seksi nan besar. Keberpihakan pemimpin yang akan dipilih, menakar kekuatan militer sesungguhnya, siapa pembela Indonesia selain Rusia hingga mengarahkan opini pemilih adalah "sekali dayung, dua tiga pula terlampaui". Itulah tujuan keusilan tiga negara tetangga tadi.

Mentalitas kita yang inferior sering menghambat rasa percaya diri, sehingga terjebak pada pemikiran bahwa masalah yang terjadi dengan negara tetangga hanyalah masalah antar dua negara (bilateral). Kita tidak terbiasa berpikir dan mencantumkan analisa betapa kita disegani dan ditakuti oleh pihak asing. Ini bukan bentuk narsisme, bukan pula superioritas, tetapi bentuk penghargaan dan rasa percaya pada diri sendiri.


Adakah kita mau terjebak permainan negara tetangga itu dengan mengumbar keinginan perang karena amarah? Atau kita mengikuti keinginan mereka dengan tergiring opini agar memilih pemimpin dari kalangan militer karena menganggap situasi tidak kondusif? Itu semua ditangan anda .



Tuesday, April 30, 2013

PNS: Kerja Sedikit Kok Digaji Besar

3:17 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , , No comments

Baru saja pemerintah mengeluarkan PP Nomor 22/2013 tentang Peraturan Besaran Gaji Pokok PNS 2013. PP tersebut intinya menegaskan bahwa gaji PNS untuk semua golongan naik. Untuk pangkat terrendah Golongan I/a dengan masa kerja 0 tahun kurang lebih Rp. 1,3 jt, dan untuk Golongan tertinggi IV/e  dengan masa kerja 30 tahun sekitar Rp. 5 jt. Tentu ini menjadi kabar menggembirakan bagi para PNS, namun sekaligus kabar buruk bagi rakyat kecil, karena biasanya kenaikan gaji PNS akan diikuti melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Terlebih lagi pemerintah juga berencana menaikkan harga BBM, tarif listrik dan momen mendekati bulan puasa dan hari raya Idul Fitri.

Terlepas dari itu semua, layakkah gaji PNS dinaikkan, sementara kinerja PNS masih banyak diragukan efektifitas dan produktivitasnya. Mari coba dihitung perbandingan antara gaji dan jumlah waktu kerja PNS.

Dalam sehari ada 24 jam, sedangkan jumlah waktu kerja PNS pada umumnya adalah 8 jam dalam sehari yakni dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Atau dengan kata lain, PNS bekerja 1/3 dari jumlah jam dalam sehari. Lalu kita hitung, dalam satu tahun ada 365 hari, berarti jumlah hari yang dihabiskan untuk bekerja PNS adalah 1/3X365 hari = 122 hari.

Dalam satu tahun ada 48 minggu, dan hari sabtu dan minggu adalah hari libur bagi PNS. Jadi dalam satu tahun ada 96 hari libur bagi PNS (yakni sabtu dan minggu). Berarti dalam satu tahun jumlah hari kerja PNS adalah 122 hari - 98 hari = 24 hari. Lagi…, dalam satu tahun rata-rata ada 10 hari Libur nasional seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Nyepi, Waisak, tahun Baru dsb. Total hari kerja PNS adalah 24 hari-10 hari= 14 Hari.

Bagi PNS dalam satu tahun juga ada hak cuti tahunan selama 12 hari kerja, jika PNS tersebut mengambil cuti tahunan tersebut, berarti jumlah hari kerjanya tinggal 2 hari, yakni 14 hari-12 hari. Nah..lho…! PNS hanya kerja 2 hari dalam setahun mendapat gaji sebesar Rp. 1,3 s.d. Rp.5 jt per bulan atau sebesar Rp. 15,6 Juta s.d. Rp.60jt per tahun, apakah masih dianggap kecil? Belum lagi PNS yang sering bolos, ijin sakit, cuti melahirkan dsb?



Monday, April 29, 2013

Makna “Dikuasai Oleh Negara” Dalam Pasal 33 UUD 1945

9:59 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , , No comments

Suatu siang di bulan Desember 2009.  Ahmad Daryoko, Ketua Serikat Pekerja Perusahaan Listrik Negara (SP-PLN) saat itu, memimpin kawan-kawannya saat sidang pendahuluan uji-materi UU nomor 30/2009 tentang ketenagalistrikan di Mahkamah Konstitusi. SP PLN beranggapan bahwa UU ketenagalistrikan yang baru itu sangat bertentangan dengan ayat ke-2 pasal 33 UUD 1945:  “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.”

Pasalnya, dengan kehadiran UU kelistrikan yang membolehkan privatisasi, maka kontrol negara terhadap sektor kelistrikan pun semakin berkurang. Dengan begitu, layanan listrik pun akan menjadi komoditi yang diperdagangkan secara bebas. Muncul polemik saat itu: apa pengertian atau makna “dikuasai oleh negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 ayat (2)  dan (3) UUD 1945? Berbagai pendapat pun bermunculan, baik dari kalangan ekonom progressif maupun dari kalangan ekonom pro-neoliberalisme.

Menteri Negara BUMN saat itu, Mustafa Abubakar, dalam keterangan tertulis di sidang uji materi UU nomor 30/2009 menafsirkan “dikuasai oleh negara” berarti negara sebagai regulator, fasilitator, dan operator yang secara dinamis menuju negara hanya sebagai regulator dan fasilitator.

Pendapat semacam itu juga diadopsi oleh Mahkamah Konstitusi. Menurut Mahkamah Konstitusi, makna dikuasai oleh negara adalah rakyat secara kolektif mandat kepada negara untuk mengadakan kebijakan (beleid) dan tindakan pengurusan (bestuursdaad), pengaturan (regelendaad), pengelolaan (beheersdaad) dan pengawasan (toezichthoudensdaad) untuk tujuan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dengan begitu, menurut penafsiran MK, pasal Pasal 33 UUD 1945 tidaklah menolak privatisasi, asalkan privatisasi itu tidak meniadakan penguasaan negara. MK juga mengatakan bahwa pengusaaan negara terhadap badan usaha cabang produksi tidak harus selalu 100%.

MK berusaha menyimpulkan begini:
“Pemilikan saham Pemerintah dalam badan usaha yang menyangkut cabang produksi yang penting bagi negara dan/atau yang menguasai hajat hidup orang banyak dimaksud, dapat bersifat mayoritas mutlak (di atas 50%) atau bersifat mayoritas relatif (di bawah 50%) sepanjang Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas relatif tersebut secara hukum tetap memegang kedudukan menentukan dalam pengambilan keputusan di badan usaha dimaksud.”

Lebih jauh lagi, MK juga beranggapan bahwa Pasal 33 UUD 1945 juga tidak menolak ide kompetisi di antara para pelaku usaha, sepanjang kompetisi itu tidak meniadakan penguasaan oleh negara yang mencakup kekuasaan untuk mengatur (regelendaad), mengurus (bestuursdaad), mengelola (beheersdaad), dan mengawasi (toezichthoudensdaad) cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan/atau yang mengusai hajat hidup orang banyak untuk tujuan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dengan pijakan tafsiran itu, maka pantas saja jika lembaga penafsir konstitusi itu menolak uji materi terhadap UU nomor 30/2009. Rupanya, paradigma berfikir yang dominan di Mahkamah Konstitusi adalah liberalisme.
Tafsiran terhadap pasal 33 UUD 1945 itu sebetulnya tidak perlu, jikalau semua orang bisa memahami penjelasan pasal pasal 33 UUD 1945 sebelum perubahan, yang berbunyi: “Perekonomian berdasar atas demokrasi ekonomi, kemakmuran bagi semua orang. Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang-seorang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh di tangan orang-seorang”.

Menurut Professor Sri Edi Swasono, salah seorang ekonom kerakyatan dari Universitas Indonsia, dari segi imperativisme suatu Undang-Undang Dasar, maka “mengusai” haruslah disertai dengan “memiliki”. Sebab, jika tidak disertai penegasan memiliki, maka pengusaan negara tidak akan berjalan efektif, apalagi dalam tata-main era globalisasi saat ini.

Menurutnya, ayat (3) Pasal 33 UUD 1945 merupakan penegasan dari makna demokrasi eonomi, yaitu perekonomian diselenggarakan demi kesejahteraan sosial bagi rakyat. Kepentingan rakyatlah yang utama bukan kepentingan orang-seorang, meskipun hak warganegara orang-seorang tetap dihormati.

“Privatisasi yang terjadi di lingkungan Kementerian Negara BUMN, yang menjuali BUMN demi demokratisasi (Barat), melawan UUD 1945,” kata Prof Sri Edi Swasono dalam testimoninya di sidang uji materi UU nomor 30/2009 di Mahkamah Konstitusi.

Memang, pada peringatan Hari Koperasi, 12 Juli 1977, Bung Hatta berusaha memberikan sebuah defenisi yang longgar mengenai makna “dikuasai oleh negara” itu. Menurut Bung Hatta, makna “dikuasai” oleh negara dalam pasal 33 UUD 1945 tidak berarti negara sendiri menjadi pengusaha, usahawan, atau ondernemer. Lebih tepat, kata Hatta, jika dikatakan bahwa kekuasaan negara terdapat pada pembuatan peraturan guna melancarkan jalan ekonomi, sebuah peraturan yang melarang pula “penghisapan” orang yang lemah oleh orang yang bermodal.

Menurut Rudi Hartono, salah seorang peneliti dari Lembaga Pembebasan Media dan Ilmu Sosial (LPMIS), penafsiran terhadap pasal 33 UUD 1945 tidak bisa dipisahkan dari semangat dari para penyusunnya dan kondisi historis yang melingkupinya.

Rudi Hartono secara khusus merujuk kepada pemikiran Bung Karno tentang sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi. Katanya, jika kita menjadi kedua konsep itu sebagai acuan, maka UUD 1945 merupakan penegasan konstitusional untuk menolak segala bentuk kolonialisme, imperiaisme, bahkan kapitalisme.

Harus diingat, kata dia, Bung Karno adalah ketua Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Jadi, fikiran beliau sangat banyak tercurahkan dalam penyusunan UUD 1945. Saat itu, anggota Badan Penyelidik dipilah-pilah menjadi Panitia Perancang Undang-Undang Dasar dengan ketua Soekarno, Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso, serta Panitia Ekonomi dan Keuangan dengan ketua Mohammad Hatta.

Selain itu, untuk merekam semangat para pendiri bangsa, maka ada baiknya membuka kembali naskah dan dokumen-dokumen rapat Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan untuk Menyelidiki Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan.

Panitia Keuangan dan Perekonomian, sebuah panitia bentukan BPUPKI yang diketuai Mohammad Hatta –dalam Soal Perekonomian Indonesia Merdeka, merumuskan pengertian dikuasai oleh Negara sbb:
  1. Pemerintah harus menjadi pengawas dan pengatur dengan berpedoman keselamatan rakyat;
  2. Semakin besarnya perusahaan dan semakin banyaknya jumlah orang yang menggantungkan dasar hidupnya karena semakin besar mestinya penyertaan pemerintah;
  3. Tanah air haruslah dibawah kekuasaan Negara; dan
  4. Perusahaan tambang yang besar dijalankan sebagi usaha Negara.
Lalu, menurut Rudi Hartono, kita juga tidak bisa menafikan latar-belakang historis pembentukan UUD 1945. “UUD 1945 disusun dalam semangat untuk keluar dari penjajahan selama ratusan tahun. Karena itu, hampir semua filosofi dan semangat dalam pembukaan maupun pasal UUD 1945 adalah penegasan untuk melawan penjajahan,” ujarnya.

Rudi menganggap tafsiran Meneg BUMN dan MK keluar dari kerangka filosofis yang dikehendaki oleh para pendiri bangsa dan mengabakan aspek historis yang melahirkan perasaan kebangsaan saat itu.

“Mereka menafsirkan pasal 33 UUD dalam semangat turut berkifrah dalam globalisasi neoliberal sekarang ini. Maka, jangan heran bila penafsiran mereka sangat pro-neoliberal,” ujar aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini.  (Ulfa Ilyas)

Sumber :
http://www.berdikarionline.com/lipsus/liputan-khusus-menuju-launching-gerakan-pasal-33/20110715/makna-%E2%80%9Cdikuasai-oleh-negara%E2%80%9D-dalam-pasal-33-uud-1945.html

Friday, April 19, 2013

Sejarah Kota Depok

10:17 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , , No comments

Siapa yang tidak mengenal Kota Depok. Kota Depok, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta-Bogor. Kata Depok sendiri berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti pertapaan atau tempat bertapa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kata Depok merupakan sebuah akronim dari De Eerste Protestants Onderdaan Kerk yang artinya adalah Gereja Kristen Rakyat Pertama. Depok dahulu adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota administratif pada tahun 1982. Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya (sekarang: kota) yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Kota Depok terdiri atas 11 kecamatan, yang dibagi menjadi 63 kelurahan.

            Saat ini Depok sudah menjadi kota yang ramai akan pusat pembelanjaan dan kuliner. Depok yang terkenal dengan jalan utamanya yaitu Margonda memiliki banyak toko-toko yang beraneka ragam. Mulai dari urusan kantor, otomotif, kuliner, hingga perumahan semua ada di jalan utama ini. Hampir semua kegiatan warga Depok terpusat pada jalan Margonda. Tapi, tahukah Anda siapa Margonda yang menjadi nama jalan tersebut?

Menelusuri sejarah Margonda berarti kembali ke masa-masa revolusi saat peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang. Wenri Wanhar, penulis buku 'Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955' menyebut Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret 1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang. Margonda lantas bekerja untuk Jepang. Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar. Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor.

Sayangnya, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya. Sementara itu, wilayah Depok sejak lama menjadi 'daerah istimewa'. Wilayah ini dikuasai oleh tuan tanah asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein. Dia merupakan rombongan awal orang Belanda yang datang pada masa awal kolonisasi VOC di Jawa. Sejarah juga menyebut, Depok sudah lebih dulu merdeka sejak 28 Juni 1714. Mereka punya tatanan pemerintahan sendiri yakni Gemeente Bestuur Depok yang bercorak republik. Pimpinannya seorang presiden yang dipilih tiga tahun sekali melalui Pemilu. Chastelein mewariskan seluruh tanahnya kepada 12 marga budaknya yang berasal dari berbagai Indonesia dan memerdekakan mereka dalam wasiat yang dibuatnya sebelum meninggal.

Meski bermuka pribumi dan berkulit coklat, 12 marga dan keturunan mereka bergaya hidup seperti orang Eropa, buah didikan sang tuan. Mereka inilah yang disebut sebagai 'Belanda Depok'. Sehari-hari mereka menggunakan bahasa Belanda. Kembali ke masa revolusi, banyaknya kelompok kecil laskar dan para pejuang berakibat petaka bagi para Belanda Depok itu. Pada 11 Oktober 1945, meletus peristiwa Gedoran Depok. Depok diserbu para pejuang kemerdekaan. Para pejuang menilai orang Depok tidak mengakui kemerdekaan Indonesia. Depok pun dikuasai para pejuang. Kantor Gemeente Bestuur berubah fungsi menjadi markas Tentara Keamanan Rakyat (TKR) batalyon ujung tombak Jawa Barat pimpinan Ibrahim Adjie.

Sayangnya, dalam peristiwa itu, jejak sejarah Margonda tidak tercatat. Yang pasti, beberapa hari kemudian, pasukan NICA yang datang membonceng Sekutu menyerbu Depok untuk membebaskan orang Depok yang ditawan TKR. Pejuang berhasil dipukul mundur. Tawanan wanita dan anak-anak Depok dibebaskan, dibawa ke kamp pengungsian di Kedunghalang, Bogor. Memasuki bulan November, para pejuang yang tercerai-berai kembali menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. Mereka menyusun sebuah serangan yang menggunakan sandi 'Serangan Kilat'. Pasukan NICA kelabakan tapi Depok gagal direbut pejuang. Kedua pihak mengalami korban yang banyak. Saat peristiwa itulah, keberadaan Margonda kembali muncul. Di antara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kali Bata, Depok daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sungai yang bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Nama Margonda tercatat di Museum Perjuangan Bogor bersama ratusan pejuamg yang gugur. Semasa berjuang, Margonda berkawan dekat dengan Ibrahim Adjie dan TB Muslihat. TB Muslihat senasib dengan Margonda. Dia gugur dalam pertempuran. Pemerintah Bogor membangun patung TB Muslihat di Taman Topi, sekitar stasiun Bogor. Sementara Ibrahim Adjie, berhasil selamat. Dia berkarir menjadi tentara dengan jabatan akhir Pangdam Siliwangi. Sejarawan UI JJ Rizal yang dikonfirmasi merdeka.com, mengaku tidak tahu alasan pemerintah Bogor menjadikan jalan utama di Kota Depok menggunakan nama Margonda. Depok dahulu adalah kota kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor

"Soal pemberian nama jalan, kan semata-mata bukan urusan sejarah. Lebih kepada politik. Selama ini, banyak nama tentara yang dijadikan nama jalan meski bukan berasal dari daerah itu. Misalnya para tokoh pahlawan revolusi yang menjadi jalan di berbagai wilayah," kata Rizal. "Seingat saya, nama Jalan Margonda sudah ada sejak 1980-an," tandasnya.

Sumber:
Semua sumber diakses tanggal 9 April 2013 pukul 14.35

Melambungnya Harga Bawang

10:17 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , No comments

Tahun 2013 merupakan tahun naiknya harga barang pokok. Awal tahun ini kita dikejutkan dengan berita naiknya harga daging sapi. Belum turun harga daging, Maret lalu harga bawang mulai merambat naik. Harganya tak tanggung-tanggung hingga Rp. 30.000,-/kg. Kenaikan harga ini memicu kepanikan masyarakat. Tak hanya masyarakat yang panik, pedagang bawang pun mulai ketar-ketir dengan naiknya harga bawang. Pertanyaan yang akan muncul dari masalah ini adalah apakah penyebabnya? dan mampukah pemerintah membereskan masalah ini?

            Semua orang bertanya-tanya apakah yang menyebabkan harga bawang meningkat drastis. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mensinyalir, importir menimbun stok bawang putih. Inilah salah satu penyebab harga bawang putih melambung. Penimbunan ini dilakukan oleh beberapa importir yang ingin berlaku curang. Mereka menimbun ribuan bawang hanya untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak. Penimbunan ini menyebabkan ribuan bawang tertahan dan pedagang akan kesulitan mendapatkan bawang. Disaat itulah importir mengeluarkan bawang timbunannya dengan harga mahal.

            Faktor lain yang menyebabkan harga bawang naik dipasaran adalah distribusi bawang yang melambat. Seorang pedagang bawang mengatakan bahwa truk pengangkut bawang hanya 1-3 truk yang biasanya mencapai 5 truk. Dengan melambatnya pendistribusian ini, pedagang akan mulai kehabisan bawang dan akhirnya akan menaikkan harga bawang tersebut.

            Lalu jika sudah tahu apa penyebabnya, akankah pemerintah bisa mengatasi masalah ini? Sebuah artikel di Tempo mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono justru kecewa dengan kinerja menteri yang seharusnya mengurusi masalah ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa terhadap kinerja Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dalam menangani lonjakan harga bawang merah, bawang putih, dan daging sapi. SBY juga menyatakan belum melihat langkah konkret untuk mengatasi lonjakan harga tersebut.

            Berbeda dengan presiden, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan berusaha mengatasinya dengan berjanji akan akan terus melepas kontainer berisi bawang putih yang saat ini masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Imbasnya, harga bawang putih akan turun signifikan. Beliau menjelaskan bahwa untuk yang 293 kontainer ini akan dilepas secara bertahap secepat mungkin. Untuk harga di pasar kini sudah menurun dari Rp 80.000 menjadi Rp 20.000-Rp 30.000 per kg. Beliau mengaku sulit untuk menurunkan harga tersebut. Hal ini dikarenakan pemerintah sudah menandatangani kontrak kesepakatan dengan pengimpor akan menjual harga bawang putih ke distributor sebesar Rp 15.000 per kg. Imbasnya, harga jual ke pasar akan tidak jauh dari level tersebut. Di level harga ini, konsumen pun tidak akan keberatan membeli bawang putih yang sempat meroket Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kg.

            Sebagian besar harga bawang naik adalah untuk bawang impor dimana bawang lokal tidak termasuk. Kenapa? Faktanya petani kita belum memanen bahkan belum menanam bawang untuk bulan ini. Mereka baru saja memanen padi dan sebagian petani di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Hal ini dikarenakan tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir membuat bawang menjadi busuk sehingga mereka gagal panen. Bahkan, sekadar untuk bibit pun tak ada bawang yang tersisa. Dengan kata lain petani kita tidak merasakan kenaikan harga bawang sama sekali.

            Seandainya saja pemerintah lebih memperhatikan bahan pokok dalam negeri, pasti kita tidak akan bergantung harga pada barang impor. Seharusnya pemerintah membatasi dan mengawasi bawang impor, lalu memberikan perhatian lebih pada petani kita. Berikan lahan dan bibit unggul untuk mereka agar dapat memproduksi bahan pokok yang tak kalah dengan bahan pokok impor. Intinya, pemerintah harus meningkatkan perhatiannya terhadap produksi dalam negeri agar tidak bergantung pada barang impor. Pemerintah juga harus meningkatkan pengawasan pada barang impor terutama kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Sumber:
Semua sumber diakses pada tanggal 9 April 2013 pukul 13.05

Akankah Ini Terjadi Pada Indonesia?

10:14 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , , No comments

Krisis lingkungan di Cina tampaknya muncul dalam skala yang besar dan hebat, karena sangat luasnya negara itu sendiri. Berikut ini enam masalah lingkungan teratas yang ada di Cina:

Pencemaran udara. Menurut skala kualitas udara, setiap peringkat polusi di atas 300 berarti udara tidak aman untuk bernapas. Dalam kondisi tersebut, orang harus tinggal di dalam ruangan dengan menghidupkan pemurni udara dan sebisa mungkin mengurangi pergerakan, demikian pedoman Kedutaan Amerika Serikat di Beijing. Cina saat ini membakar 47 persen dari batu bara dunia, kira-kira setara dengan jumlah gabungan yang digunakan oleh semua negara-negara lain di dunia, lapor New York Times. Dan Beijing dikelilingi oleh jaringan luas dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Pencemaran air. Ribuan bangkai babi mengambang melewati Shanghai mungkin bukanlah polusi air terburuk yang harus dikhawatirkan Cina. Pada Januari, terjadi kecelakaan bocornya kimia benzena, senyawa yang dikenal sebagai penyebab kanker, ke anak Sungai Huangpu (tempat bangkai babi itu ditemukan). Lebih dari 20 orang dirawat di rumah sakit akibat hal itu, menurut Wall Street Journal, dan penduduk daerah itu terpaksa mengandalkan mobil pemadam kebakaran untuk mendapatkan air minum yang aman.

Penggurunan. Cina memiliki sejarah pertanian intensif selama ribuan tahun, jadi mungkin tidak mengejutkan bahwa wilayah seluas 9,6 juta kilometer persegi dari negara itu terkena penggurunan. Hasil dari maraknya penebangan hutan dan perkembangan pertanian adalah penggurunan, penghancuran lahan yang ditutupi vegetasi, yang menghasilkan bentang alam terdiri dari tanah dan batu yang gersang. Sekitar 2,6 juta km persegi dari Cina saat ini berada di bawah penggurunan, sekitar seperempat dari luas daratan negara itu, tersebar di 18 provinsi, menurut kantor berita IPS.

Keanekaragaman hayati. Terkait erat dengan penggundulan hutan dan penggurunan adalah masalah hilangnya habitat dan penurunan keanekaragaman hayati. Karena wilayah hutan yang luas dibuka untuk lahan pertanian, perkebunan bambu, dan kayu bakar, mengakibatkan hewan langka seperti panda berjuang untuk bertahan hidup.

Desa kanker. Selama bertahun-tahun, individu dan kelompok telah melancarkan kampanye untuk memaksa pemerintah mengatasi atau bahkan mengakui tingginya tingkat penyakit kanker lambung, hati, ginjal dan usus besar di daerah tertentu, biasanya berdekatan dengan kompleks industri berat, menurut laporan BBC. Di Shangba, sebuah kota di provinsi Guangdong, sungai yang mengalir melalui kota berubah dari warna putih menjadi oranye akibat berbagai jenis limbah industri, Reuters melaporkan. Banyak pencemar sungai, seperti kadmium dan seng, diketahui menyebabkan kanker.

Indonesia belum sampai se-ekstrem Cina, tapi coba kita bayangkan jika penduduk Indonesia tidak peduli dengan lingkungannya, apakah akan seperti Cina? atau lebih buruk lagi? Faktanya, pencemaran udara sudah menyebar di hampir seluruh Indonesia. Kurangnya ruang terbuka hijau membuat pencemaran udara semakin meningkat. Belum lagi pencemaran air dimana masyarakat membuang sampah di sungai. Ketidakdisiplinan warga menjadi penyebab kedua pencemaran ini.

Sebenarnya tak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat harus membantu menanggulangi pencemaran ini. Marilah kita bersama-sama membangun kota yang indah dan bersih. Mulailah dari rumah sendiri dan diri sendiri seperti membuang sampah pada tempatnya. Hal itu sangat membantu menjaga lingkungan agar tetap nyaman. Pemerintah juga seharusnya membatasi proyek-proyek gedung di Indonesia. Masih banyak lahan kosong yang dapat dijadikan lahan terbuka hijau. Marilah kita bangun dan jaga lingkungan kita agar aman dan nyaman.

Sumber:
Sumber diakses tanggal 9 April 2012 pukul 16.49

Saturday, March 24, 2012

Jika Barat Menyerang, Iran Bertekad Hancurkan Israel

8:24 PM Posted by Agus Hadi Muhidin No comments
REPUBLIKA.CO.ID, Anggota parlemen senior Iran, Alaeddin Boroujerdi, mengingatkan negara-negara Barat agar tak melakukan aksi militer terhadap Iran. Negeri Para Mullah itu bertekad akan melenyapkan Israel, jika Barat melakukan serangan.

"Seandainya negara-negara Barat melakukan kesalahan sedikit saja terhadap Iran, mereka akan diterkam berbagai konsekuensi termasuk membahayakan eksistensi rezim Zionis," ujar Boroujerdi seperti dikutip Press TV.

"Segala langkah [serangan] terhadap Iran, para penyerang akan menghadapi balasan cepat, tegas dan serius," kata Boroujerdi.

AS dan Israel mengancam Iran dengan serangan militer, dengan mengklaim bahwa ada penimpangan dalam program nuklir negara itu untuk tujuan militer.

Awal pekan ini, Rusia menegaskan kembali penentangannya terhadap segala bentuk kemungkinan agresi terhadap Republik Islam, dan menegaskan bahwa tindakan tersebut akan berdampak tragis pada kawasan.

Selasa (20/3), Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menyatakan bahwa serangan kemungkinan terhadap Iran atas program energi nuklirnya akan menimbulkan konsekuensi tragis karena dapat menyebabkan persaingan senjata di kawasan Timur Tengah.

Iran telah berulang kali membantah tuduhan Barat tentang program energi nuklirnya, bahwa sebagai anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berkomitmen dan penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) Tehran sepenuhnya berhak mendayagunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

http://www.republika.co.id/berita/in...ncurkan-israel

Wednesday, March 21, 2012

Ahmadinejad: Hubungan Indonesia-Iran Tidak Terbatas

1:10 PM Posted by Agus Hadi Muhidin No comments
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan tidak ada batasan dalam pengembangan hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran.

"Tidak ada batasan dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia dan Iran," ujar Ahmadinejad saat menerima surat-surat kepercayaan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Islam Iran, Dian Wirengjurit di Istana Kepresidenan di Tehran, Ahad.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA, Senin, juga disampaikan Presiden Ahmadinejad menekankan bahwa Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang mendalam khususnya di bidang agama, sejarah dan hubungan kemasyarakatan. Hubungan baik tersebut terus diturunkan kepada berbagai generasi selanjutnya.

Selain hubungan bilateral, Ahmadinejad juga mengemukakan kedua negara dapat berperan lebih luas lagi dalam tataran kerjasama regional dan global.

Ahmadinejad berpandangan bahwa konstelasi kerjasama global saat ini hanyalah permainan politik dan telah gagal dalam menegakkan keadilan dan kesetaraan antar negara.

"Saat ini dibutuhkan tata dunia baru yang berkeadilan, menjunjung tinggi kemanusiaan, menghormati seluruh negara dan bangsa serta memberikan ruang partisipasi yang setara bagi seluruh negara dan bangsa," ujar Ahmadinejad.

Terkait hal tersebut, Indonesia dan Iran dipandang dapat berpartisipasi dalam membangun tata dunia baru tersebut.

"Tata dunia tersebut haruslah dibangun dengan dasar semangat keislaman", imbuh dia.

Hubungan Indonesia-Iran terus menujukkan tren positif di berbagai bidang dari tahun ke tahun. Meskipun Iran berada dalam tekanan sanksi internasional, volume perdagangan kedua negara justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Nilai transaksi perdagangan kedua negara pada 2011 meningkat hingga mencapai 1,856 miliar dolar AS atau meningkat sebesar 51 persen dibanding 2010 yang mencapai 1,229 miliar dolar AS.
(I025)

sumber

Sunday, October 23, 2011

Selamat Jalan, Simoncelli

5:36 PM Posted by Agus Hadi Muhidin No comments
Marco Simoncelli (lahir di CattolicaRiminiItalia20 Januari 1987 – meninggal di SepangMalaysia23 Oktober 2011 pada umur 24 tahun) adalah salah satu pembalap MotoGP yang berasal dari Italia, dan cukup terkenal dengan karakter balapnya yang cukup garang. Gaya garangnya ini terlihat ketika seri terakhir MotoGP musim 2010, saat ia nyaris membuat Jorge Lorenzo terjatuh dan gagal meraih kemenangan di seri terakhir musim itu.
Simoncelli mengawali karirnya di dunia balap motor profesional, ketika ia menginjak usia 9 tahun di ajang Italian Minimoto Championship. Tahun 2001 ia pun hengkang ke ajang European 125cc dan mengamankan titel juara di tahun 2002.
Pada tahun 2002 ia kemudian memulai karirnya di ajang MotoGP. Selama tiga tahun ia kemudian berlaga di kelas 125cc, namun ia hanya mampu meraih hasil terbaik di posisi kelima pada tahun 2005. Naik ke kelas 250cc ia menjadi satu-satunya pembalap tim Gilera yang mampu menunjukkan hasil terbaik di ajang ini. Yaitu menjadi juara dunia di tahun 2008.
Hasil ini membuat tim Gresini Honda tertarik untuk merekrutnya di ajang MotoGP pada tahun 2010 lalu. Ia pun mampu memperlihatkan hasil yang bagus sebagai pembalap rookie. Hasil terbaik yang bisa ditorehkan oleh pembalap asal Italia itu, adalah posisi keempat di MotoGP Portugal 2010. Namun berita terakhir mengabarkan bahwa ia tewas karena kecelakaan ketika race berlangsung di sirkuit sepang malaysia 23 oktober 2011. Berikut kutipan berita nya. 

"SEPANG - Berita duka datang dari MotoGP, pembalap Marco Simoncelli akhirnya meninggal dunia dalam balapan yang berlangsung di GP Malaysia akhir pekan ini.

Simoncelli terlibat kecelakaan serius dengan Colin Edwards saat memasuki tikungan turn 11. Insiden dengan Edwards itu membuat Simoncelli terjatuh dan tidak sadar diri, terlebih setelah helm yang dikenakannya terlepas.

Setelah mendapat perawatan serius dan intensif oleh tim medis, nyawa Simoncelli akhirnya tidak tertolong lagi. Akibat kecelakaan ini, balapan di GP Malaysia harus dibatalkan."