Ilmu layaknya isian risol, beraneka ragam namun satu kenikmatan.

Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Wednesday, June 26, 2013

Hidup Itu Mudah, Manusia Saja Yang Membuat Susah!

9:06 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , , No comments
Tidak seorangpun dapat menyandang gelar pakar kehidupan. Karena hidup tiap orang berbeda, dan kebahagiaan hidup bagi masing masing manusia tidak sama. Bahkan ketika diminta untuk mendefinisikan siapa yang disebut orang kaya, pasti kita mendapatkan seratus macam jawaban dari seratus orang berbeda. Bagi saya pribadi, kaya itu tidak punya hutang dan puas dengan apa yang ada.

Namun harus diakui  bahwa ada  orang orang tertentu yang  menjalani hidup dengan lebih adem ayem dibanding orang  lain dan selalu kelihatan bersuka cita seperti bebas masalah.  Apakah orang orang yang demikian terlahir   lebih beruntung?.  Fakta yang perlu kita ketahui mengenai keberuntungan adalah : Manusia menciptakan sendiri peluangnya untuk bisa beruntung.

Apakah mungkin orang orang yang kelihatan bahagia dan hidup  tenang karena mereka lebih pintar?. Tidak juga..! Banyak orang pintar dan bergelar Master maupun  Doktor malah tidak bisa membedakan mana milik pribadi dan mana milik rakyat, akibatnya banyak yang sekarang berdiam di Sukamiskin.

Mereka yang menikmati hidup dengan potensi maksimalnya, menurut hemat saya adalah mereka yang menyadari bahwa hidup ini pada hakekatnya sederhana. Diatas 80 persen keputusan yang harus kita ambil agar dapat hidup bahagia dan tenang adalah berdasarkan logika sederhana yang tidak rumit.  Manusia yang dibekali dengan pikiran dan akal budi justru sering bertindak ribet yang akhirnya menyusahkan hidupnya sendiri, dan sering juga orang lain ikut menjadi korban.

Berikut ini saya berikan contoh sederhana sebagai  referensi dasar bagi pembaca untuk mulai memahami hal yang sederhana tapi sering dibuat susah.

1.  Menjaga Dan Merawat Milik Sendiri, Jangan Mengambil Milik Orang Lain.
Prinsip sederhana ini berlaku dalam segala aspek kehidupan. Jangan ambil suami atau istri orang. Jangan ambil uang rakyat dan merampok APBN. Jangan ambil barang milik kantor. Tidak ada yang rumit bukan? Bahkan tidak perlu gelar sarjana untuk mengetahui mana milik sendiri, dan mana milik orang lain.

Sudah memiliki istri dan suami? Jagalah rumah tangga dengan baik, dan saling menghargai. Jagalah perasaan pasangan kita yang kita cintai. Bukan menjaga dan mengikuti kemana dia pergi serta mengawasi gerak geriknya 24 jam sehari, tapi jagalah cinta dan kasih sayang lewat perilaku kita yang baik, mempercayai, setia dan tidak egois.

2.  Cukupkan Dengan Apa Yang Ada. 
Pepatah kuno yang tak lekang oleh waktu,”Jangan besar pasak daripada tiang”. Selamanya ini benar. Banyaknya masalah keuangan dan akhirnya dikejar kejar debt collector disebabkan karena keinginan yang lebih besar daripada kemampuan.

Tidak salah memakai barang mewah atau menikmati liburan di tempat eksotis nan mahal. Yang salah kalau anda harus meminjam harapan masa depan anak anak dengan menghabiskan tabungan untuk biaya pendidikan, hanya karena sebagian besar teman anda sudah berlibur ke Paris, dan anda merasa kuno sendiri jika tidak melakukan hal yang sama. Tidak salah memakai jam tangan Rolex. Yang salah kalau anda harus berhutang atau korupsi dulu untuk membelinya.

Meskipun kedengaran klise, tapi saya meyakini bahwa memang benar uang tidak dapat membeli selera yang baik. Money simply can not buy taste.

Tidak harus mahal untuk tampil menarik. Kreatiflah menciptakan gaya pribadi yang unik. Miliki sikap dan pembawaan yang anggun dan berkelas. Jagalah kebersihan diri dan bersikap sopan penuh tata krama, maka dimana saja kita berada, ada “kelas” tersendiri yang kita bawa lewat perilaku kita, tanpa harus bermerek dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Diri kita bukan dinilai dari apa yang melekat atau apa yang kita pakai, tapi apa yang ada di dalam dan apa kebaikan yang kita berikan kepada sesama, disitulah terletak nilai kita yang sebenarnya.

3.  Berteman Dan Bergaul Dengan Mereka Yang Baik Dan Peduli Dengan Kita.
Manusia dinilai dari siapa sahabatnya. Pergaulan yang salah dan rusak, membawa efek negatif dalam hidup kita. Sederhana bukan? Pecandu berteman dengan pecandu. Preman bergaul dengan preman.

Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh sopan dan ramah ataupun membantu orang lain dari segala tingkatan. Tapi untuk dijadikan sahabat dekat, kita harus memilih apa yang baik bagi diri kita. Manusia makhluk sosial yang memiliki emosi dan mudah terpengaruh.  Pergaulan yang salah lama kelamaan merusak tabiat yang baik. So, choose your friends wisely.

4.  Katakan Yang Benar, Dan Tepati Janji. 
Dunia memang penuh dengan manusia yang terlalu banyak mengumbar janji dan kegombalan. Pastikan kita bukan salah satu diantaranya. Tidak perlu otak yang cemerlang untuk mengatakan yang benar. Kejujuran tidak memakan banyak memory space. Hidup jauh lebih mudah dan ringan ketika kita berkata jujur dan apa adanya.

Janji adalah hutang. Jangan menjanjikan sesuatu yang belum tentu atau tidak dapat ditepati. Integritas dan kepercayaan orang lain dibangun berdasarkan penilaian atas perbuatan dan perkataan kita. Pastikan yang kita lakukan sejalan dengan apa yang kita katakan. Walk the talk!.

5. Minta Maaf Ketika Salah. 
Ketika menulis hal ini  saya tak dapat menahan senyum, karena sebenarnya ini merupakan hal yang terlalu sederhana namun sering karena gengsi, jadinya sukar dilakukan. Persoalan hidup sering berkepanjangan karena manusia sulit mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Padahal salah itu manusiawi. Namanya manusia tidak mungkin luput dari kekeliruan. Terlalu banyak energi yang digunakan untuk menutup nutupi kesalahan,  padahal sudah menjadi hukum alam bahwa  kebenaran tidak dapat ditutupi.

Kita sudah melihat contoh para terdakwa koruptor yang mendadak sontak menjadi manusia amnesia ketika sudah menjadi terdakwa kasus korupsi.  Apa tidak dijadikan bahan lelucon seantero negri, ketika mantan putri Indonesia yang berpendidikan tinggingotot mengaku tidak memiliki Blackberry, tapi bisa mengundang orang lain untuk menghadiri ulang tahun anaknya pada waktu dan tempat yang sesuai.  Ini merupakan contoh jelas bagaimana sesorang yang smart bisa menjadi sangat bodoh ketika tidak  jujur.

Jauh lebih sederhana meminta maaf dan mengakui kesalahan  daripada membuang banyak energi dan waktu untuk beralasan dan menutupi nutupi borok yang pada akhirnya toh tidak bisa juga ditutupi.

Sederhana dan tidak ada yang sukar bahkan tidak perlu menyandang gelar sarjana untuk bisa melakukan hal hal diatas bukan?.  Be simple, be honest. Simplicity is the ultimate sophistication. In the end it’s always the best!.


Monday, April 8, 2013

Bersatu Melawan Intervensi Asing

9:30 PM Posted by Agus Hadi Muhidin , No comments

Kita ingin hidup sebagai bangsa yang berwibawa. Kenapa harus berwibawa? Karena wibawa adalah harga diri. Orang-orang yang tidak punya harga diri, mereka akan diumpamakan seperti orang yang mati. Hidup, tapi seperti mati karena adanya mereka seperti tiada. Para Samurai di Jepang mengakhiri hidup secara harakiri saat mereka merasa kalah dalam menghadapi musuh, itu dilakukan demi harga diri. Demi harga diri pula, bangsa Indonesia telah mengorbankan ribuan putra-putrinya untuk mengusir para penjajah di era perjuangan meraih kemerdekaan dan upaya mempertahankannya.




Hari ini, wibawa negara kita telah rusak. Harga dirinya tercabik-cabik disebabkan ulah para elit yang individualis. Kepentingan pribadi mereka lebih penting daripada kepentingan bangsa. Akibatnya, semua sendi kehidupan kita dikontrol oleh kepentingan asing. Di satu sudut problematika bangsa, kita gagal memanfaatkan sumber daya alam kita semaksimalnya untuk menyejahterakan rakyat kita karena para elit kita lebih mementingkan kepentingan asing ketimbang memikirkan nasib rakyat Indonesia yang kian nestapa dalam duka dan laranya. Hampir semua proyek pengolahan hasil alam kita dipegang oleh perusahaan asing. Rakyat kita tetap tersiksa dalam ‘syurga’ penghasil sumber daya alam yang melimpah.

Intervensi asing
Lebih 75 persen sektor migas kita dikuasai korporasi asing seperti Chevron, Total E&P 10 persen, Conoco Phillips, Medco Energy dan masih banyak lagi. Pertamina “hanya” menguasai pasar migas Indonesia 16 persen. Bahkan,  Intervensi asing juga terlihat dalam pinjaman luar negeri pemerintah terhadap Bank Dunia sebesar  141 Juta dolar AS pada 2003 dengan Loan No. 4712-IND untuk pengembangan dan penguatan sektor energi di Jawa dan Bali(Dwitho Frasetiandy, Tribunnews Banjarmasin, 22 Maret 2012). Pada konflik Papua, intervensi asing terlihat dari pemberitaan yang begitu antusias ketika ada korban dari pihak warga Papua. Seperti yang dikatakan oleh Komaruddin Hidayat, bahwa sumber daya alam yang melimpah membuat Papua menjadi ‘gula manis’ bagi berbagai pihak termasuk pihak asing untuk mencicipi dan meraup keuntungan didalamnya.

Di sudut lain persoalan bangsa ini, hukum kita mudah saja diinjak-injak oleh kepentingan asing. Kasus grasi Ratu Meriyuana Schapelle Corby adalah diantara bukti terbaru yang konkrit. Presiden SBY memberikan grasi 5 tahun kepada terpidana kasus narkoba asal Australia. Hatta Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mempertanyakan pemberian grasi tersebut.  “Kita sudah punya komitmen 4 kejahatan besar, itu salah satunya narkoba. Mestinya diberi hukuman yang berat. Tapi Corby ini kenapa diberi grasi sementara yang lain tidak?” kata Mahfud MD. Grasi ini secara tersirat memperlihatkan kepada kita bagaimana negara kita tidak berdaya melawan kepentingan asing.

Dalam sektor pendidikan, meskipun Indonesia telah lama merdeka, tapi sistem pendidikan yang sekuler materialistik yang merupakan imperialisme gaya baru masih tetap dipertahankan. Rancangan Undang Undang (RUU) Perguruan Tinggi (PT) yang dipolemikkan dinilai sebagai ajang liberalisasi pendidikan. Sejumlah pasal pada RUU PT tersebut berbau kapitalis karena memberikan kesempatan asing mendirikan perguruan tinggi.

Kita diintervensi di semua lini. Dimana harga diri dan wibawa kita sebagai bangsa yang telah merdeka?

Intervensi budaya lewat Lady Gaga dan Irshad Manji
Lady Gaga akhirnya menolak untuk Konser di Indonesia. Tekanan bertubi-tubi dari berbagai elemen masyarakat Indonesia diyakini banyak kalangan sebagai alasan utama dibatalkannya konser tersebut. Lalu apa kaitannya antara Lady Gaga dan kewibawaan bangsa Indonesia? Berbagai aksi masyarakat Indonesia untuk menolak konser Lady Gagal adalah bukti bahwa masyarakat kita masih mencintai budayanya dan menolak intervensi totalitas oleh budaya dan kepentingan asing. Masyarakat kita menolak Lady Gaga bukan hanya karena dia dikenal sebagai ikon musik yang lahir dari budaya bebas bangsa Amerika, tapi juga karena semua gaya hidup, lirik lagu dan tarian-tarian Lady Gaga bermuara kepada pemujaan Syaitan, mengumbar birahi dan seruan untuk meninggalkan moral agama. Penolakan masyarakat kita kepada Lady Gaga ini adalah bukti bahwa bangsa kita masih berwibawa dalam hal budaya. Bangsa kita masih cerdas untuk tidak menerima model budaya asing yang tidak sesuai dengan nurani dan keyakinan transendentalnya. Dari hasil polling detik, 64,52% menyatakan setuju dengan pelarangan konser Lady Gaga, sedangkan Republika 83,11%

Sebelum isu konser Lady Gaga booming di Media Massa, beberapa waktu Indonesia juga didatangi oleh Irshad Manji yang juga menyerukan kepada kebebasan dengan melepas diri dari moral agama. Irshad Manji dengan bukunya: “Allah, Liberty and Love” mencoba memperkenalkan sebuah gerakan keberanian moral versinya. Bahwa semua orang harus berani untuk keluar dari sekat-sekat aturan agama menuju kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa perlu merasa salah ataupun takut. Atas dasar ini, Irshad Manji yang menngaku sebagai Muslim dengan bangga memperkenalkan dirinya sebagai seorang Lesbian. Meskipun Irshad Manji lebih beruntung daripada Lady Gaga karena banyaknya diskusi untuk kebebasan tanpa batas yang sempat dihadirinya, namun demikian suara-suara yang menolak seruan Irshad Manji juga terdengar muncul dimana-mana walaupun tidak sedikit juga yang turun ke jalan-jalan untuk “mendukung” Irshad Manji seperti yang terlihat di Yogyakarta.

Pada akhirnya, satu kesimpulan bisa kita ambil bahwa bangsa kita konsisten menolak upaya intervensi asing dalam budaya kita. Pertanyaan sekarang, mampukah bangsa ini tetap bersuara saat kepentingan asing mencoba mengintervensi tatanan hukum, politik, pendidikan, militer, ekonomi kita dan sebagainya?

Momentum memperbaiki kedaulatan bangsa
Salah satu negara yang paling berwibawa di mata dunia saat ini adalah China. Negara ini terbukti konsisten mampu menjaga wibawanya dengan menolak intervensi asing dalam bentuk dan model apapun meskipun dengan resiko mendapat cap buruk oleh media massa asing. Kita bisa melihat bagaimana China konsisten menolak semua bentuk intervensi asing dalam urusan internal negaranya. Sebagai contoh kita melihat bagaimana China menolak intervensi AS dalam memutuskan kebijakan mata uangnya. Di satu sisi, mereka tetap bekerjasama dengan asing, tapi di sisi lain mereka menolak intervensi dalam bentuk apapun. Hasilnya, China menjadi negara besar yang disegani oleh kawan maupun lawan.

Untuk menjadi bangsa berwibawa seperti China, mungkin kita butuh pemimpin yang tidak bisa diatur oleh kepentingan asing. Kita butuh pemimpin yang serius bekerja untuk kepentingan rakyat. Kita butuh pemimpin yang mampu mengawal konstitusi kita. Namun demikian, melihat kondisi elitis negeri kita yang tidak mampu melawan atas setiap intervensi asing, maka kita butuh masyarakat yang peduli dan kritis untuk mengawal perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang bermartabat. Kita butuh komunitas-komunitas masyarakat yang berani mengkritisi pemerintah selama itu untuk menyelamatkan konstitusi kita. Suara-suara atau bahkan aksi kritis bangsa ini harus terus dirawat dan dipelihara dan bukan dimusuhi, karena mereka adalah bagian dari bangsa ini. Mereka adalah kekuatan Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki wibawa bangsa Indonesia. Sebagaimana masyarakat kita yang bersatu menolak kehadiran Lady Gaga dan Irshad Manji karena dinilai sebagai intervensi budaya asing, kita berharap suara kritis itu juga mampu ditunjukkan untuk melawan intervensi pada tatanan kehidupan lainnya. Jika kita mampu menghadang laju intervensi budaya asing, tentu kita juga akan mampu menahan laju intervensi asing atas tatanan kehidupan lainnya, seperti pada sektor ekonomi dan migas, politik, pendidikan dan sebagainya. Tidak mustahil kan?

Tuesday, January 22, 2013

Belajar Kesuksesan dari Kegagalan "Raja Jalanan"

8:04 AM Posted by Agus Hadi Muhidin , No comments

Pengalaman adalah guru yang paling brutal dan kejam.
Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata kita selalu terbentur pada HONDA, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”.

Namun, pernahkah kalian tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…

Kecintaannya kepada mesin, mungkin ‘warisan’ dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang.

Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.

Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.

Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.

“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan.

Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.

Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota.Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok.


Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobinya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya.Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.

Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang ”Raja” jalanan.

5 Resep keberhasilan Honda:
1. Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4. Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.

Monday, January 14, 2013

What is Your Intention to be Entreprenuer?

10:23 AM Posted by Agus Hadi Muhidin , No comments

Jika kita melakukan survey kecil-kecilan terhadap pengusaha kecil, tentang motivasi atau niat mereka dibalik aktivitasnya sebagai seorang pengusaha, jawaban yang banyak diperoleh adalah karena kepepet. Ya mereka melakukan usaha karena, di PHK , karena sudah jenuh melamar kesana kemari tidak satupun yang mendapatkan panggilan atau balasan.

Jika motivasi mereka karena kepepet, lalu apa kira-kira yang akan mereka lakukan. Mereka akan melakukan tanpa berpikir panjang (nekat). Mereka akan memilih usaha didasarkan hanya pada segi menguntungkan dan mudah dilakukan. Mereka sering terbujuk oleh pengusaha yang mereka kenal. Jika mereka mengenal tukang bakso maka mereka akan menjadi penjual bakso. Jika mereka mengenal pedagang busana mereka akan ikut iktan menjadi pedagang busana. Sehingga mereka tidak konsisten atau fokus pada satu bidang.

Sadarkah anda, bahaya orang yang berbisnis karena kepepet? Anda akan menemukan kebanyakan mereka akan gagal ditengah jalan. Kenapa, karena usaha yang mereka geluti kebanyakan adalah bukan passion mereka. Mereka memilih usaha tidak didasarkan pada apa yang mereka sukai, sehingga mereka mampu melakukan dengan sepenuh hati, menjiwai dan rela bekerja dengan berlama-lama meskipun belum menghasilkan. Sehingga ketika ada masalah, baik itu penjualan sepi, ada masalah karyawan, persaingan yang ketat, mereka akan pindah usaha. Mereka yang memuali, mereka juga yang mengakhiri. Buka, tutup. Buka tutup. Dan ujung-ujung cari kerja lagi.

Sebagian yang lain ada yang berusaha karena ingin menjadi orang kaya. Mereka yang memilki niat berusaha karena ingin kekayaan ini, hendaknya mempertebal keimanannya kepada Allah SWT. Kenapa? Karena, jika tidak memliki keimanan yang kuat mereka akan mudah tergilincir kepada sikap menghalalkan segala macam cara. Mereka tidak akan risau ketika melakukan perbuatan syirik ( pergi ke mbah dukun, mencari penglaris), melakukan kebohongan dan penipuan, dan melakukan kolusi, sogok sana sogok sini.

Mungkin sebagian orang akan mencibir terhadap idialisme ini. “Jangan sok idialis dan suci dah? Mana mungkin bisnis jaman sekarang tanpa ada cara-cara semacam ini?. Cari yang haram saja susah, apalagi yang halal”. Sadarkah anda, berapa banyak makanan yang dihalalkan dan berapa banyak yang diharamkan. Bukankah pada dasarnya semua itu halal, kevuali yang dilarang? Jadi cara yang baik dan menenteramkan itu jauh lebih banyak dibandingkan cara yang diharamkan. Sadarkah anda kenapa Agama melarangnya? Agama melarang mmemakan sesuatu yang haram, atau melakukan usaha dengan cara yang tidak benar, karena disana banyak mengandung mudhorotnya.

Orang yang melakukan usaha karena ingin kaya, juga banyak yang mengalami kegagalan. Selain disebabkan karena tersandung dengan cara salah yang mereka lakukan, juga karena mereka tidak mampu menemukan passion dalam bekerja.

Lalu motivasi atau niat apa yang dapat membuat usaha bisa tumbuh dan berkembang sehingga menjadi perusahaan yang besar dan mendunia? Jika anda mengamati perusahaan perusahaan kelas dunia, seperti microsoft, honda , ford, sony dan lainya, apakah mereka awalnya berusaha karena kepepet ? apakah mereka berusaha karena ingin kaya? Rasa-rasanya kok tidak. Lalu karena apa?. Karena mereka ingin berkontribusi? Coba simak apa yang dikatakan BillGate “ saya ingin tiap akan terhubung satu dengan yang lainnya”

Ya, Niat inilah yang benar. Niat inilah yang akan menjadikan usaha anda besar. Niat inilah yang mampu menumbuhkan passion anda yang yang luar baiasa, anda akan mampu bekerja berjam-jam, jauh melebihi orang rata-rata bekerja. Anda akan siap berkorban apa saja. Anda berani tidak dibayar, bahkan anda akan menikmati walaupaun kondisi dalam keadaan rugi. Rasanya tidak ada hal-hal luar yang mampu menghentikan dia. Bekerja bukan sesuatu hal yang melelahkan, dan membosankan. Bekerja berubah menjadi sesuatu yang mnyenangkan dan menyenangkan.

Oleh karena itu, jika usaha anda ingin besar dan berkembang. Jika usaha anda ingin mendapat support dari Allah yang maha segalanya, niatkan usaha anda sebagai langkah untuk berkontribusi demi membangun, memudahkan, melayani, memberdayakan sebanyak-banyaknya ummat. Nanti tanpa anda sadari kekayaan, akan mengalir ke rekening anda.

Semoga bermanfaat

Sunday, April 22, 2012

Best Leadership Quotes

9:36 PM Posted by Agus Hadi Muhidin No comments
Managers are people who do things right, while leaders are people who do the right thing. Menejer adalah orang-orang yang melakukan hal-hal dengan baik, sementara pemimpin adalah orang-orang yang melakukan hal-hal yang baik. - Warren Bennis, Ph.D. “On Becoming a Leader”

The best example of leadership, is leadership by example. Contoh kepemimpinan yang paling baik adalah kepemimpinan dengan memberikan contoh. -  Jerry McClain of Seattle, WA

If it’s a good idea, go ahead and do it. It is much easier to apologize than it is to get permission. Jika kita mempunyai ide yang mantap, teruskan dan kerjakan. Lebih mudah meminta maaf daripada untuk mendapatkan izin. - Admiral Grace Hopper

The most important quality in a leader is that of being acknowledged as such. Kualitas yang paling penting dari seorang pemimpin adalah mendapatkan pengakuan. - Andre Maurois

You gain strength, courage and confidence by every experience in which you really stop to look fear in the face. You must do the thing you think you cannot do. Anda memperoleh kekuatan, semangat dan percaya diri dari setiap pengalaman dimana anda benar-benar berhenti menatap rasa takut dihadapan. Anda harus melakukan hal-hal yang anda anggap tidak bisa anda lakukan.  – Eleanor Roosevelt

Leadership in today’s world requires far more than a large stock of gunboats and a hard fist at the conference table. Kepemimpinan diera sekarang ini membutuhkan tidak sekedar peralatn perang dan bentrokan di meja rapat. - Hubert H. Humphrey

All of the great leaders have had one characteristic in common: it was the willingness to confront unequivocally the major anxiety of their people in their time. This, and not much else, is the essence of leadership. Sebenarnya semua pemimpin besar memiliki karakter yang biasa biasa saja; namun kemauan besar yang dimilikinya untuk menghadapi ketakutan dan kegelisahan rakyat. Dan ini lah sebenarnya esensi dari kepemimpinan.- John Kenneth Galbraith, U.S. economist The Age of Uncertainty

The real leader has no need to lead – he is content to point the way. Pemimpin sebenarnya tidak perlu memimpin, tapi mengarahkan. -  Henry Miller

Leadership consists not in degrees of technique but in traits of character; it requires moral rather than athletic or intellectual effort, and it imposes on both leader and follower alike the burdens of self-restraint. Kepemimpinan bukan terdiri derajat-derajat teknis, tapi merupakan pembawaan karakter.Kepemimpinan lebih membutuhkan moralitas ketimbang usaha-usaha fisik dan intelektual, dan memberikan pembebebanan kepada pemimpin itu sendiri dan bawahannya untuk dapat menahan dan mengendalikan diri sendiri. – Lewis H. Lapham

I am a leader by default, only because nature does not allow a vacuum. Saya menjadi pemimpin karena kegagalan, hanya karena alam ini tidak menginginkan kevakuman. - Bishop Desmond Tutu

If one is lucky, a solitary fantasy can totally transform one million realities. Jika seseorang beruntung, sebuah fantasi dapat berubah menjadi jutaan kenyataan. - Maya Angelou

People ask the difference between a leader and a boss. . . The leader works in the open, and the boss in covert. The leader leads, and the boss drives. Orang bertanya tentang perbedaan antara pemimpin dan boss. Pemimpin bekerja secara terbuka sedangkan boss bekerja dengan cara mengkonfersi atau merubah. Pemimpin itu memimpin, sedangkan boss menyetir atau mengemudi. - Theodore Roosevelt

The final test of a leader is that he leaves behind him in other men the conviction and the will to carry on. . . . The genius of a good leader is to leave behind him a situation which common sense, without the grace of genius, can deal with successfully. Test akhir dari seorang pemimpin adalah dia tinggalkan kepada orang-orang sebuah keyakinan dan kemauan untuk terus dilanjutkan. Kejeniusan dari seorang pemimpin adalah meninggalkan suasana dapat mebuat kesuksesan, tanpa ada kesan bahwa itu adalah sesuatu yang jenius. - Walter Lippmann

There is no such thing as a perfect leader either in the past or present, in China or elsewhere. If there is one, he is only pretending, like a pig inserting scallions into its nose in an effort to look like an elephant. Tidak ada yang sempurna didunia ini baik dari masa lalu atau sekarang, di Cina atau dimana saja. Jika ada orang yang sempurna, dia hanya berpura-pura seperti seekor babi yang memasukan sesuatu kedalam hidungnya agar kelihatan seperti seekor gajah. - Liu Shao-ch’i

Our flag is red, white and blue, but our nation is a rainbow-red, yellow, brown, black and white-and we’re all precious in God’s sight. Bendera kita berwarna merah, putih dan biru, tapi bangsa kita seperti pelangi; merah, kuning, hitam, dan putih; kita semua sama disisi Tuhan. - Jesse Jackson (b. 1941), U.S. clergyman, civil rights leader. Speech, 16 July 1984.

If you obey all the rules, you miss all the fun. Jika anda mentaati peraturan, anda akan kehilangan semua kesenangan. - Katharine Hepburn

If we cannot end now our differences, at least we can help make the world safe for diversity. Jika kita tidak dapat mengakhiri perbedaan kita sekarang, paling tidak kita dapat membuat dunia ini selamat dari pengaruh perbedaan – John F. Kennedy (1917-63), U.S. Democratic politician, president. Speech, 10 June 1963, American University, ashington, D.C., on Russo-American relations.

Wednesday, December 21, 2011

Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat

5:37 PM Posted by Agus Hadi Muhidin No comments
“Orang kuat bukanlah orang yang menang bergulat, tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang bisa mengendalikandirinya pada saat marah”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Pesan yang terdapat di dalam hadis Rasulullah di atas sangat menarik untuk kita renungkan, Beliau menyampaikan definisi tentang orang yang kuat, selintas orang yang kuat mungkin mereka tangguh secara fisik —badannya kekar karena sering berolah raga, kuatkerana mampu bekerja dari pagisampai malam, kuat tahan banting karena sering latihan karate, dsb— tapi Rasul menginggatkan kepada kita bahwa definisi kuat bukan seperti itu, melainkan kuat adalah mereka yang mampu mengendalikan dirinya pada saat marah.
Kita mungkin sering merasakan nikmatnya marah, kita lampiaskan kemarahan kita dengan berbagai tindakan, sebenarnya orang marah itu wajar karena marah merupakannaluri yang pasti di miliki manusia dan kalau orang sewajarnya harus marah tapi mereka tidak marah ini yang tidak wajar.
Banyak sekali pemicu orang untuk marah, bisa karena disakiti, dianiaya, merasa kecewa, dan masih banyak faktor lainnya, sebagai kaum muslimin saat ini seharusnya kita merasakan marah yang luarbiasa, sebagai umat yang terbaik dan agama yang membawa rahmat faktanya kaum muslimin sekarang dalam kondisi yang benar-benar terpuruk.Indonesia negara berpenduduk muslim terbesar sedunia mengalami problem multidimensi, mulai dari problem peradilan, pendidikan, ekonomi, politik, sosial sampai problem rumahtangga kaum muslimin.
Kita benar-benar dijajah oleh Negara kafir imperialis, dari segiekonomi kondisi umat Islam mengenaskan terjadi kelaparan, busung lapar dan sejenisnya. Seharusnya tidak selayaknya kita merasakan hal semancam itu karena Indonesia Negara yang kaya raya, kakayaan alam berlimpah ruah, faktor pendidikan umat Islam juga megalami keterpurukan karena pendidikan yang mahal —ada slogan orang miskin dilarang sakit dan pandai— karena apa ?karena pendidikan dan kesehatan yang mencekik rakyat, korupsi sudah menjadi budaya —yang kaya menghambur-hamburkan uang dan yang miskin diinjak-injak— itulah demokrasi, pornografi menjadi hiburan dan masih banyak realita yang didera kaum muslimin yang seharusnya membuat kita marah.
Bagaimanakan seharusnya kita marah? Padahal Allah SWT telah mengingatkan kita bahwa orang yang kuat itu bukan orang yang menang bergulat, melainkan meraka yang mampu mengendalikan amarahnya.
Marilah kemarahan ini kita salurkan dalam aktivitas dakwah, saya teringat ketika pasca Rasulullah mendapatkan wahyu melalui perantara Malaikat Jibril, dimalam yang dingin beliau berselimut lalu turunlah wahyu dari Allah yang diabadilkan dalam surat Al-Muzzamil.
“Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Tuhanmu agungkanlah!” (QS. Al-Muzzamil : 1-3)
Ayat tersebut memerintahkan Rasulullah untuk memberi peringatan kepada kaumnya, Rasulullah dan para sahabat tidak pernah menyerah untuk menyeru kepada Islam meskipun tantangan dakwah Rasul dan para sahabat luar biasa, coba kalau kita bandingkan besar mana tantangan Dakwah para sahabat dengan kita?
Sebagai umat Islam dimasa sekarang seharusnya kita benar-benar marah dengan kondisi umat Islam saat ini karena sangat jauh dari predikat umat Islam —umat yang terbaik dan membawa rahmat bagi seluruh alam— Semoga dengan semangat dakwah kita untuk memperjuangkan kehidupan Islam mendapatkan pertolongandan kemudahan dari Allah SWT. Wallahu a’lam